Sunday, October 31, 2010

Catatan Seorang Murid : Part 2

Satu jam berlalu, orang tua yang telah selesai menunaikan kebaktian berbondong-bondong datang ke lapangan kami dengan menaiki sepeda motor, walaupun ada beberapa yang berjalan kaki bersama anak-anak mereka. Di sana, kami sudah berbaris untuk menyambut orang tua dan anak-anak disana dengan penuh senyum. Sesaat setelah mereka tiba, beberapa teman kamipun mulai mempersilahkan mereka untuk duduk dan mengistirahatkan kaki mereka. Acara pun dimulai, Frenandopun beraksi, satu-persatu teman-teman kuperkenalkan pada orang tua dan anak-anak. Walaupun banyak yang malu-malu, tapi akhirnya merekapun terpaksa memperkenalkan diri mereka masing-masing. Setelah memperkenalkan diri, acara yang sebenarnyapun baru dimulai, sesuai rencana, Michael dan Vincent maju kedepan untuk memimpin doa dihadapan semua orang. Setelah doa selesai, kami pun mulai menyanyikan beberapa lagu rohani. Beberapa anak yang bernyanyi dengan baguspun kami beri hadiah. Sekitar setengah jam setelah itu, Waktu menunjukkan pukul 13.00. Siapapun pasti merasa lapar pada jam segitu, agar 250 bungkus nasi goreng yang kami bawa tidak dingin dan membusuk, kami pun membagikan 80 buah nasi bungkus yang kami punya pada mereka. Selama setengah jam mereka makan sambil bersuka ria. Saat acara makan-memakan berlangsung, Vincent mengajak beberapa anak yang bernai untuk bernyanyi di depan, tentunya dengan embel-embel hadiah yang akan diberikan. Beberapa detik kemudian, seorang anak perempuan cantik bernama Santa Monica maju dengan wajah yang ceria. Akhirnya sebuah kotak pensil cantikpun melayang ke arahnya. Beberapa saat kemudian, dua orang anak perempuan juga ikut-ikutan bernyanyi kedepan. Jadi, selama kami makan, kami juga dihibur oleh beberapa penyanyi lokal SeiPagar.

Setelah perut kami terisi penuh oleh nasi goreng yang enak buatan Mega Citra, kami pun bercengkrama bersama orang tua dan anak-anak disana sambil menunggu makanan masuk kedalam lambung kami. Setelah puas berbicara, berbagai perlombaan pun segera dimulai, mulai dari injak balon, cakbur, futsal, memasukkan pena kedalam botol, menyusun kata, sampai lomba makan kerupuk yang diadakan sampai 2 kali, termasuk lomba untuk anak-anak dan lomba yang diadakan antar panitia dan orang tua, sedihnya, yang kalah harus menyanyi untuk semua orang. Tentu saja panitia kalah, soalnya teman-teman kami mengganggu kami yang sedang mencoba memakan kerupuk. Semua anak-anak tampak sangat senang dan antusias mengikuti semua acara yang kmai adakan. Aku pun berteriak sana sini untuk mengarahkan beberapa anggota yang bermalas-malasan. Terkadang aku mengintip ke gudang penyimpanan untuk memastikan tidak ada barang yang hilang. Walaupun ada beberapa anak yang usil dan mencoba mengambil hadiah yang ada di gudang.

Setelah jam menunjukkan pukul 14.30, saatnya untuk membagikan hadiah kepada para pemenang. Semua anak kami suruh duduk rapi untuk dipanggil satu-satu. Satu-persatu anak maju kedepan untuk kami berikan hadiah. Hadiahnya pun bervariasi, mulai dari tas-tas, crayon, pensil warna, serta kotak pensil yang imut untuk juara 1,2 dan 3. Selain itu, kami juga telah menyiapkan berbagai hadiah hiburan untuk semua anak disana. Setelah menerima hadiah, mereka pun antri dengan rapi untuk mengambil air minum dari kami. Mereka semua tertawa dan terlihat sangat senang dengan berbagai hadiah di tangan mereka, tak beda halnya dengan orang tua mereka, semua tampak puas atas segala acara yang telah kami buat. Setelah itu, kami bagikan makanan lagi untuk mereka, karna makanan yang kami miliki bersisa banyak, sehingga mereka kami buat kenyang dua kali. Setelah acara makan selesai, kami kembali bergotong-royong untuk membersihkan halaman yang kotor. Pada acara penutup, aku mengucapkan salam penutup kepada warga disana, beberapa penyuluhan, dan candaan ringan. Pak Simbolon pun kami berikan beberapa alat tulis dan sebuah TOA untuk membantunya dalam tugasnya sehari-hari, setelah bersalaman dengan orang tua dan mengucapkan salam perpisahan dengan anak-anak disana, kami menaiki bus dengan hati yang senang bercampur sedih, karena tidak rela meninggalkan anak-anak yang mulai akrab dengan kami. Walaupun kulitku menjadi coklad karena terbakar sinar matahari seharian, walaupun tangan dan kakiku sakit karena berlarian terus menerus, dan walaupun suaraku habis, aku merasa sangat senang dengan perjalanan itu, dan berharap dapat melakukannya lagi lain waktu.

0 comments:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Post a Comment