Sunday, October 31, 2010

Catatan Seorang Murid : Part 1

Perjalanan ke Sei Pagar

Frenando

XI IPA 2

04.10.09

8 September 2009, hari biasa yang sama seperti hari-hari sebelumnya. Datang ke sekolah seperti biasa, serta berbaris dan belajar seperti biasa. Namun ada yang berbeda pada pelajaran agama kali ini. Bu Bernadette memberikan kami tugas yang tidak biasa. Tugas yang membuatku tersadar sejenak dari kantukku. Maklum, malam sebelumnya aku sempat bergadang mengerjakan tugasku. Kami diberikan tugas untuk melakukan aksi sosial ke stasi-stasi di luar Pekanbaru. Pertama kalinya, aku menganggap tugas ini sebagai tugas yang sepele. Karna yang kubayangkan pada awalnya adalah diriku yang bersiap rapi dengan tas berisi sedikit snack dan air minum, datang ke sekolah dan berkumpul bersama teman-teman yang akhirnya pulang kerumah dengan badan yang lelah. Namun teman-temanku sendiri menghapus pikiran indahku itu. Kejamnya mereka, pikirku. Mereka menunjukku sebagai ketua. Mulau hari itulah aku memulai perjalanan panjangku, sebagai seorang Ketua..

Baiklah, untuk menghemat waktu, langsung saja kita bahas tentang perjalanannya. Pagi-pagi sekali kami sekelas sudah berkumpul di sekolah. Bus Pariwisata kami yang besar sudah menunggu di luar sekolah, sebuah bus yang supirnya mengaku tidak mampu membawa mobilnya masuk ke dalam. Maklum saja, bus sebesar itu memang tidak mungkin masuk ke gerbang sekolah, karna selain ukurannya yang besar, jalan di sekolahpun kurang mendukung. Setelah absen yang dilakukan secara cepat oleh sekertaris panitia, kamipun bahu menbahu mengangkat barang-barang naik ke dalam bus. Sayangnya, Bu bernadette tidak dapat ikut dalam trip ini karna harus menemani kelas lain yang pergi pada hari itu juga. Tapi harus kuakui, aku cukup senang Bu Emi dan Pak Pelita yang bersedia meluangkan waktunya untuk kami pada hari itu.

Klakson dibunyikan, Bus berplat nomor BM itupun menyusuri jalan Sudirman yang panjang. Bisa kuliat ekspresi anak-anak yang senang di dalam bus, mereka bernyanyi dan bersenda gurau di dalam bus. Bisa kurasakan kursiku yang empuk saat itu, membuatku tertidur pulas sepanjang perjalanan. Namun, salah seorang temanku yang usil sengaja menggangguku, akibatnya, yah, terpaksa aku melek di sisa-sisa perjalanan. 2 setengah jam diperlukan untuk sampai si lokasi yang kami tuju, itupun belum termasuk bus yang terpaksa berhenti di tengah jalan karna para wanita yang sudah sesak dari tadi. Alhasil, kami menumpang pada rumah salah satu warga di sana untuk meminjam kamar kecilnya. Sempat pula kami berfoto ria di samping bus tersebut.

Pak Simbolon yang merupakan pemimpin stasi datang untuk mengarahkan bus kami ke lokasi stasi yang dituju, beberapa menit kemudian kami sampai di stasi yang dituju, bangunan semi-permanen itu dipenuhi oleh orang tua dan anak-anak yang sedang melakukan kebaktian mereka. Sesuai rencana, kamipun pergi ke lapangan yang sudah disepakati oleh kepala desa dan Pak Simbolon untuk kami gunakan sebagai tempat berlangsungnya acara. Lapangan itu adalah lapangan yang sangat luas. Dengan beberapa pondok dan rumah kecil yang dapat digunakan untuk berteduh. Disanalah seluruh murid berkumpul untuk mengatur rencana. Semuanyapun mulai sibuk bekerja, masing-masing seksi yang telah ditentukan berkerja dengan giat sesuai dengan tugasnya masing-masing. Sebagai seorang ketua, aku bertugas mengarahkan anggota panitia dan mengecek semua kelengkapan acara, mulai dari menentukan tempat penyimpanan makanan, hadiah-adiah, serta alat-alat lainnya. Aku mondar-mandir kesana-kesini dengan sebuah TOA yang melekat dibadanku. Sembari mengarahkan mereka, aku juga membantu beberapa teman yang membutuhkan tenaga tambahan. Dari semua seksi yang bekerja, seksi acaralah yang kelihatan paling sibuk. Maklum saja, karna merekalah yang bertugas menyusun daftar acara dan menjalankannya. Ada yang meniup puluhan balon, menyusun makanan di gudang, memasang bambu-bambu untuk perlombaan, sampai memasang kerupuk yang akan digunakan untuk lomba makan kerupuk nanti.

0 comments:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Post a Comment