Sunday, October 31, 2010

Saint Mary Fair


Few years ago, there’s Saint Mary Fair that held in my school, Saint Mary High School. In that event, there’s an English Debate Contest that held in XII IPS 4 class at the second floor of Saint Mary High School building. The English Debate Contest started at 03.00 PM till 05.30 PM for 4 days. Now, if you didn’t watch the contest, don’t be disappointed. I’ll describe the situation of the contest just for you.

In that XII IPS 4 class, around 03.00 PM just before the contest began had been crowded with so many people that interested with The English Debate Contest. There were about 50 chairs in that class with about 10 tables for the contestant and the jury. There were two white boards in front of the class with a clock between them. There were photos of our president and vice-president above the white boards and also the picture of Garuda Pancasila between the photos.

From this picture I took, you can see the juries sitting facing the white board. They are both female. First jury wore blue shirt with white polka dots and there were her black bag beside her. She has black short hair. Second jury wore white shirt and sat next to first jury. She has black long hair.

There were four presenters for this contest. They were watching the contest from the front corner at the class. 3 of the presenters are female and wore white, yellow and black shirt. 1 of them is male and wore the red shirt and was sitting at the teacher’s chair and also wore glasses.

The left group that was competing was Saint Mary School’s Team A. It consisted of 2 boys and 1 girl. They looked really serious when I took this picture, probably nervous I think. They wore our school uniform. The girl from the team has long hair. The girl sat at the right table. And the boy who sat at the left table wore glasses.

The right group that was competing was…. If I don’t mistaken was SMAN 8. And it consisted of 1 boy and 2 girls. The boy and the girl that sat at left and right wore their school uniform. The center girl wore black shirt. And they looked happy. I say this because they were smiling when I took this picture.

For further description that may be I forgot to tell you, you can see from this picture. Well, I think that’s all about my description of the English Debate Contest. Thank you for reading my description. Hope next time you’ll make it to the next English Debate Contest.

Catatan Seorang Murid : Part 2

Satu jam berlalu, orang tua yang telah selesai menunaikan kebaktian berbondong-bondong datang ke lapangan kami dengan menaiki sepeda motor, walaupun ada beberapa yang berjalan kaki bersama anak-anak mereka. Di sana, kami sudah berbaris untuk menyambut orang tua dan anak-anak disana dengan penuh senyum. Sesaat setelah mereka tiba, beberapa teman kamipun mulai mempersilahkan mereka untuk duduk dan mengistirahatkan kaki mereka. Acara pun dimulai, Frenandopun beraksi, satu-persatu teman-teman kuperkenalkan pada orang tua dan anak-anak. Walaupun banyak yang malu-malu, tapi akhirnya merekapun terpaksa memperkenalkan diri mereka masing-masing. Setelah memperkenalkan diri, acara yang sebenarnyapun baru dimulai, sesuai rencana, Michael dan Vincent maju kedepan untuk memimpin doa dihadapan semua orang. Setelah doa selesai, kami pun mulai menyanyikan beberapa lagu rohani. Beberapa anak yang bernyanyi dengan baguspun kami beri hadiah. Sekitar setengah jam setelah itu, Waktu menunjukkan pukul 13.00. Siapapun pasti merasa lapar pada jam segitu, agar 250 bungkus nasi goreng yang kami bawa tidak dingin dan membusuk, kami pun membagikan 80 buah nasi bungkus yang kami punya pada mereka. Selama setengah jam mereka makan sambil bersuka ria. Saat acara makan-memakan berlangsung, Vincent mengajak beberapa anak yang bernai untuk bernyanyi di depan, tentunya dengan embel-embel hadiah yang akan diberikan. Beberapa detik kemudian, seorang anak perempuan cantik bernama Santa Monica maju dengan wajah yang ceria. Akhirnya sebuah kotak pensil cantikpun melayang ke arahnya. Beberapa saat kemudian, dua orang anak perempuan juga ikut-ikutan bernyanyi kedepan. Jadi, selama kami makan, kami juga dihibur oleh beberapa penyanyi lokal SeiPagar.

Setelah perut kami terisi penuh oleh nasi goreng yang enak buatan Mega Citra, kami pun bercengkrama bersama orang tua dan anak-anak disana sambil menunggu makanan masuk kedalam lambung kami. Setelah puas berbicara, berbagai perlombaan pun segera dimulai, mulai dari injak balon, cakbur, futsal, memasukkan pena kedalam botol, menyusun kata, sampai lomba makan kerupuk yang diadakan sampai 2 kali, termasuk lomba untuk anak-anak dan lomba yang diadakan antar panitia dan orang tua, sedihnya, yang kalah harus menyanyi untuk semua orang. Tentu saja panitia kalah, soalnya teman-teman kami mengganggu kami yang sedang mencoba memakan kerupuk. Semua anak-anak tampak sangat senang dan antusias mengikuti semua acara yang kmai adakan. Aku pun berteriak sana sini untuk mengarahkan beberapa anggota yang bermalas-malasan. Terkadang aku mengintip ke gudang penyimpanan untuk memastikan tidak ada barang yang hilang. Walaupun ada beberapa anak yang usil dan mencoba mengambil hadiah yang ada di gudang.

Setelah jam menunjukkan pukul 14.30, saatnya untuk membagikan hadiah kepada para pemenang. Semua anak kami suruh duduk rapi untuk dipanggil satu-satu. Satu-persatu anak maju kedepan untuk kami berikan hadiah. Hadiahnya pun bervariasi, mulai dari tas-tas, crayon, pensil warna, serta kotak pensil yang imut untuk juara 1,2 dan 3. Selain itu, kami juga telah menyiapkan berbagai hadiah hiburan untuk semua anak disana. Setelah menerima hadiah, mereka pun antri dengan rapi untuk mengambil air minum dari kami. Mereka semua tertawa dan terlihat sangat senang dengan berbagai hadiah di tangan mereka, tak beda halnya dengan orang tua mereka, semua tampak puas atas segala acara yang telah kami buat. Setelah itu, kami bagikan makanan lagi untuk mereka, karna makanan yang kami miliki bersisa banyak, sehingga mereka kami buat kenyang dua kali. Setelah acara makan selesai, kami kembali bergotong-royong untuk membersihkan halaman yang kotor. Pada acara penutup, aku mengucapkan salam penutup kepada warga disana, beberapa penyuluhan, dan candaan ringan. Pak Simbolon pun kami berikan beberapa alat tulis dan sebuah TOA untuk membantunya dalam tugasnya sehari-hari, setelah bersalaman dengan orang tua dan mengucapkan salam perpisahan dengan anak-anak disana, kami menaiki bus dengan hati yang senang bercampur sedih, karena tidak rela meninggalkan anak-anak yang mulai akrab dengan kami. Walaupun kulitku menjadi coklad karena terbakar sinar matahari seharian, walaupun tangan dan kakiku sakit karena berlarian terus menerus, dan walaupun suaraku habis, aku merasa sangat senang dengan perjalanan itu, dan berharap dapat melakukannya lagi lain waktu.

Catatan Seorang Murid : Part 1

Perjalanan ke Sei Pagar

Frenando

XI IPA 2

04.10.09

8 September 2009, hari biasa yang sama seperti hari-hari sebelumnya. Datang ke sekolah seperti biasa, serta berbaris dan belajar seperti biasa. Namun ada yang berbeda pada pelajaran agama kali ini. Bu Bernadette memberikan kami tugas yang tidak biasa. Tugas yang membuatku tersadar sejenak dari kantukku. Maklum, malam sebelumnya aku sempat bergadang mengerjakan tugasku. Kami diberikan tugas untuk melakukan aksi sosial ke stasi-stasi di luar Pekanbaru. Pertama kalinya, aku menganggap tugas ini sebagai tugas yang sepele. Karna yang kubayangkan pada awalnya adalah diriku yang bersiap rapi dengan tas berisi sedikit snack dan air minum, datang ke sekolah dan berkumpul bersama teman-teman yang akhirnya pulang kerumah dengan badan yang lelah. Namun teman-temanku sendiri menghapus pikiran indahku itu. Kejamnya mereka, pikirku. Mereka menunjukku sebagai ketua. Mulau hari itulah aku memulai perjalanan panjangku, sebagai seorang Ketua..

Baiklah, untuk menghemat waktu, langsung saja kita bahas tentang perjalanannya. Pagi-pagi sekali kami sekelas sudah berkumpul di sekolah. Bus Pariwisata kami yang besar sudah menunggu di luar sekolah, sebuah bus yang supirnya mengaku tidak mampu membawa mobilnya masuk ke dalam. Maklum saja, bus sebesar itu memang tidak mungkin masuk ke gerbang sekolah, karna selain ukurannya yang besar, jalan di sekolahpun kurang mendukung. Setelah absen yang dilakukan secara cepat oleh sekertaris panitia, kamipun bahu menbahu mengangkat barang-barang naik ke dalam bus. Sayangnya, Bu bernadette tidak dapat ikut dalam trip ini karna harus menemani kelas lain yang pergi pada hari itu juga. Tapi harus kuakui, aku cukup senang Bu Emi dan Pak Pelita yang bersedia meluangkan waktunya untuk kami pada hari itu.

Klakson dibunyikan, Bus berplat nomor BM itupun menyusuri jalan Sudirman yang panjang. Bisa kuliat ekspresi anak-anak yang senang di dalam bus, mereka bernyanyi dan bersenda gurau di dalam bus. Bisa kurasakan kursiku yang empuk saat itu, membuatku tertidur pulas sepanjang perjalanan. Namun, salah seorang temanku yang usil sengaja menggangguku, akibatnya, yah, terpaksa aku melek di sisa-sisa perjalanan. 2 setengah jam diperlukan untuk sampai si lokasi yang kami tuju, itupun belum termasuk bus yang terpaksa berhenti di tengah jalan karna para wanita yang sudah sesak dari tadi. Alhasil, kami menumpang pada rumah salah satu warga di sana untuk meminjam kamar kecilnya. Sempat pula kami berfoto ria di samping bus tersebut.

Pak Simbolon yang merupakan pemimpin stasi datang untuk mengarahkan bus kami ke lokasi stasi yang dituju, beberapa menit kemudian kami sampai di stasi yang dituju, bangunan semi-permanen itu dipenuhi oleh orang tua dan anak-anak yang sedang melakukan kebaktian mereka. Sesuai rencana, kamipun pergi ke lapangan yang sudah disepakati oleh kepala desa dan Pak Simbolon untuk kami gunakan sebagai tempat berlangsungnya acara. Lapangan itu adalah lapangan yang sangat luas. Dengan beberapa pondok dan rumah kecil yang dapat digunakan untuk berteduh. Disanalah seluruh murid berkumpul untuk mengatur rencana. Semuanyapun mulai sibuk bekerja, masing-masing seksi yang telah ditentukan berkerja dengan giat sesuai dengan tugasnya masing-masing. Sebagai seorang ketua, aku bertugas mengarahkan anggota panitia dan mengecek semua kelengkapan acara, mulai dari menentukan tempat penyimpanan makanan, hadiah-adiah, serta alat-alat lainnya. Aku mondar-mandir kesana-kesini dengan sebuah TOA yang melekat dibadanku. Sembari mengarahkan mereka, aku juga membantu beberapa teman yang membutuhkan tenaga tambahan. Dari semua seksi yang bekerja, seksi acaralah yang kelihatan paling sibuk. Maklum saja, karna merekalah yang bertugas menyusun daftar acara dan menjalankannya. Ada yang meniup puluhan balon, menyusun makanan di gudang, memasang bambu-bambu untuk perlombaan, sampai memasang kerupuk yang akan digunakan untuk lomba makan kerupuk nanti.

My Ambitions In Life

Choices, something that everyone has to make them . All that differ one from another is to what extent exactly it will impact your life, and what direction it will lead you in. Up until now, the choices I have made have been geared toward higher education and pursuing to what I enjoy doing. I plan on going to college to become a IT Consultant. I have always enjoyed taking a problem, a riddle that are need to be solved, attempting to fix and put them back together, arguing about the right and the wrong of cases. This also opens a lot of doors for me in my future because technology, especially becoming a troublesolver in some way, shape, or form has to do with just about anything that we see or use in our lives.

Currently, I am aiming toward being admitted to UCTII, which is well-known for its education in the fields of lnformation Technology. If I am denied acceptance to UCTII I plan on attending Monash University to pursue further education in the same field. During my time in college, I plan of taking a background of becoming a writer, which I think will be useful for my future carrer.

After I obtain either my masters or doctorate degree I plan on obtaining a job working for the people where I can gain experience in my field and possibly expose myself to more job opportunities. Eventually, I hope to start up my own law firm company to help people, maybe even the government if I’m needed, with their law making and troubleshooting of the important issues or the national matters that hold both the nation together.

Aside from my career, I would also like to have the chance to travel the world and experience other cultures and activities. Ever since I was nine years old when my dad bought me my encyclopedia, I have been "hooked." I continue reading today at any pedia I can find, at the library, or the reading spots. Any time I get off from school, I always try to find some books I can read, including the novels I can find. This reading habit of mine really makes my mind wandering around, thinking of going the places which are being told on the book.

The reality of it is that I have set many goals for myself, some large and life altering and yet some insignificant only I will know if I have achieved them or not. Yet no matter how small all of them may be, are all important to me in some way or another, and one of my goals to go to the college I want and pursue the career I want are so close to being realized.